Selasa, 31 Juli 2012

ASG IV Lancar, Panitia Gembira


Hajatan ASEAN Schools Games (ASG) IV 2012 tinggal menyisakan satu hari lagi atau tepat pada hari Rabu (4/7), seluruh cabang olaharaga (cabor) yang dipertandingkan memasuki hari terakhir. Itu artinya, gelaran ASG sudah mendekati masa puncak dan selama kurang lebih empat hari terselenggara, Panitia Penyelenggara (Panpel) mengaku puas dengan hasil yang mereka capai.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Penyelenggara, Agus Edi Suharto. Ia mengaku amat bersyukur, meski persiapan event kali ini sangat minim, namun pihaknya melakukan pencapaian yang dirasa cukup memuaskan.

“Walau persiapan sangat minim, Alhamdulillah kondisi di lapangan tidak ada kekurangan yang berarti," ungkap Agus Edi Suharto.
Meski begitu, bukan berarti penyelenggaraan ASG kali ini tanpa celah. Menurut Agus Edi Suharto, ada berbagai aspek yang berjalan tidak sesuai rencana, namun presentasenya kecil. Seperti yang terjadi di cabang olahraga (cabor) basket, yang terlihat tak dilengkapi es untuk perlengkapan cooler box. Sedangkan di beberapa cabor lain juga memiliki kekurangan atau bahkan tidak ada scoring board.
"Namun, di ASG ini unsurnya kebersamaan. Tiap pagi ada CDM Meeting. Dari sana kita lantas merundingkan kendala-kendala apa yang dikeluhkan oleh masing-masing kontingen di tiap-tiap cabang olahraga," jelasnya.
Selain itu, kendala lainnya yang terjadi pada ASG IV adalah masalah jarak. Berbeda dengan penyelenggaraan di Thailand, Malaysia dan Singapura, di mana penyelenggaraan dipusatkan di satu tempat saja. Sementara di Surabaya kali ini, venue pertandingan berada di beberapa lokasi yang tidak berdekatan, bahkan ada yang dilaksanakan di Gresik dan Sidoarjo.
Namun hal itu tertutupi dengan falisitas yang didapat oleh masing-masing kontingen. Acungan jempol pun pantas dilayangkan kepada Panpel, lantaran jika di negara penyelenggara sebelumnya atlet hanya diinapkan di asrama mahasiswa. Maka untuk Indonesia, dalam hal ini Surabaya, atlet diinapkan di hotel berbintang.
"Melihat general rule-nya sih penginapan bintang tiga, dengan maksimal untuk satu kamar diisi oleh tiga orang. Saya rasanya, kalau dari segi penginapan tidak ada masalah," terang Agus Edi Suharto.
Ia lantas membeberkan kunci kesuksesan panpel di ASG IV kali ini. "Saya tegaskan ke Panpel, untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada semua peserta. Pelayanan inilah yang menjadi kunci. Jadi sampai sekarang untuk penyelenggaraan, tidak ada kekurangan berarti," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar