Senin, 30 Juli 2012

Firdasari Akui Terburu-buru


Tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari, saat melawan pemain Belarus, Alesia Zaitsava, pada pertandingan Grup O Olimpiade 2012 di Wembley Arena, London, kemarin.

SEMPAT disulitkan andalan Belarusia,Alesia Zaitsava,tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari, mencatatkan hasil sempurna pada pertandingan pertamanya di Olimpiade London 2012.Bertarung dalam tiga set Firda––sapaan Firdasari–– unggul 21-10,16-21,dan 21-14. Firda mengawali pertandingan dengan cukup baik.

Dia sangat dominan di set pembuka. Firda sempat memimpin 18- 8 sebelum akhirnya menutup set pertama 21-10. Di set selanjutnya, Firda mencatat beberapa kesalahan. Dan,kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Zaitsava. Firda yang sempat tertinggal 3-4 mampu menyeimbangkan kedudukan 6-6.Tapi, setelah tertinggal 10-15,Firda tak bisa mengejar dan menyerah 16-21. “Di set kedua saya terlalu buru-buru dan salah strategi.

Lawan sebetulnya hanya menunggu saya melakukan kesalahan. Serangan saya juga kurang tajam,” papar Firda seperti dikutip situs resmi PB-PBSI. Dalam set penentuan,Firda tampil lebih rileks.Penampilan Firda ini membuat Wembley Arena gaduh dengan aplaus penonton. Walau tertinggal 5-11 setelah sebelumnya unggul 5-4, Firda bisa menyamakan skor 12-12, dan memenangkan pertandingan 21-14.Firda membutuhkan waktu 49 menit untuk mengandaskan upaya Zaitsava.

Pada laga selanjutnya,Firda akan berjibaku dengan Petya Nedelcheva.“Di set ketiga saya bermain lebih tenang.Saya merasa kemampuan saya belum keluar semua karena ini pertandingan pertama,”kata Firda. Di bagian lain, kekhawatiran terbesar penyelenggara Olimpiade 2012 akan ada masalah transportasi tidak terjadi. Setidaknya hingga kemarin, di mana transportasi di London yang mengawali tes terberatnya yakni memasuki hari kerja dengan pertandingan Olimpiade, sudah berjalan.

Rupanya peringatan “don’t get caught out, get a head of the games” cukup diterima warga London. Sejak beberapa bulan lalu ke mana pun Londoners– julukan untuk warga London – berpaling, poster “get a head of the games” dalam berbagai versi lucu akan ditemui.Tidak hanya tertulis, suara Wali Kota London Boris Johnson juga nyaring terdengar melalui pengeras suara di stasiun setiap kali Londoners menunggu kereta, menyerukan pesan yang sama.

Transportasi adalah tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah Kota London dalam penyelenggaraan Olimpiade 2012. Mengutip Boris Johnson, tidaklah mudah menyelenggarakan olimpiade di salah satu kota tersibuk dan teraktif di dunia.“Tentu akan mudah jika olimpiade di tempat sepi yang jauh dari mana-mana,” tambahnya. Salah satu perhatian penting adalah memastikan Londoners untuk merencanakan rute dan menghindari titik-titik yang diperkirakan akan sangat sibuk. Atau Londoners bisa mencari alternatif transportasi lain.

Inilah inti pesan “get a head of the games” yang juga adalah nama website berisi petunjuk transportasi selama olimpiade. Pada weekdays, sarana transportasi umum London mengangkut 12 juta orang setiap harinya.Sebagian besar di antaranya menggunakan kereta underground (bawah tanah), kereta DLR,bus,serta kapal penumpang di Sungai Thames yang disebut sebagai Thames Clippers.

Selama olimpiade angka itu bertambah lebih dari 1 juta per hari,bahkan diperkirakan bisa mencapai 3 juta atau 25% lebih banyak. Pada beberapa event selama pesta olahraga terbesar ini, puluhan ribu orang akan memerlukan sarana transportasi pada waktu bersamaan dari satu titik. Lonjakan penumpang yaitu para penonton pertandingan olimpiade sebagian besar berasal dari luar Inggris dan tidak familier dengan rute, mode, serta cara kerja transportasi umum di ibu kota Inggris ini.

“Banyak yang tidak bisa berbahasa Inggris dan mungkin mengira Oyster sebagai makanan,” kata media di Inggris setengah bercanda. Oyster adalah kartu prabayar yang berlaku sebagai tiket untuk semua sarana transportasi umum di London. Karena itu, untuk mengurangi beban transportasi di jalur olimpiade,juga tidak ikut terjebak arus penonton,warga London yang lebih paham rute di kotanya diharapkan menghindari rute tertentu atau memilih sarana transportasi lain.

Prioritas utama Transport of London, dinas transportasi London yang biasa disingkat TfL, selama olimpiade mengangkut atlet dan ofisial ke lokasi pertandingan tepat waktu. Untuk itu,selama olimpiade sepertiga dari jalan raya di London berubah status menjadi “games lane only”, artinya hanya kendaraan olimpiade yang boleh melintasinya.

Untuk memastikan kedisiplinan pengguna jalan, denda pelanggaran selama olimpiade pun berlipat hingga 200 pounds per kasus. Pada hari biasa denda yang harus dibayar pengguna jalan di London paling mahal 100 pounds, yaitu jika parkir di tempat terlarang. Sementara pelanggaran melintasi jalur bus adalah 80 pounds. Dengan berkurangnya jalan umum, untuk mencegah kemacetan, Tfl berusaha menurunkan sepertiga beban lalu lintas normal.

Cara yang dipakai TfL adalah dengan meminta sektor bisnis menerapkan jam kerja fleksibel,merancang waktu delivery (pengiriman barang), hingga tawaran work from home (bekerja dari rumah). Jumat (27/7) malam,TfL lulus melewati ujian pertamanya yaitu kelancaran transportasi sebelum dan sesudah upacara pembukaan di stadion olimpiade di Stradford, London Timur.

Selain 80.000 penonton, tamu VIP, atlet, dan pendukung acara pembukaan sukses menuju dan meninggalkan stadion tanpa kesulitan berarti. Malam itu kereta di London beroperasi hingga pukul 02.30 dini hari, dua jam ekstra dari hari biasanya.Menurut laporan TfL, Olympic Park sudah berhasil dikosongkan sebelum jam tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar