Tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari, saat melawan pemain
Belarus, Alesia Zaitsava, pada pertandingan Grup O Olimpiade 2012 di
Wembley Arena, London, kemarin.
SEMPAT disulitkan andalan
Belarusia,Alesia Zaitsava,tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari,
mencatatkan hasil sempurna pada pertandingan pertamanya di Olimpiade
London 2012.Bertarung dalam tiga set Firda––sapaan Firdasari–– unggul
21-10,16-21,dan 21-14. Firda mengawali pertandingan dengan cukup baik.
Dia
sangat dominan di set pembuka. Firda sempat memimpin 18- 8 sebelum
akhirnya menutup set pertama 21-10. Di set selanjutnya, Firda mencatat
beberapa kesalahan. Dan,kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh
Zaitsava. Firda yang sempat tertinggal 3-4 mampu menyeimbangkan
kedudukan 6-6.Tapi, setelah tertinggal 10-15,Firda tak bisa mengejar
dan menyerah 16-21. “Di set kedua saya terlalu buru-buru dan salah
strategi.
Lawan sebetulnya hanya menunggu saya melakukan
kesalahan. Serangan saya juga kurang tajam,” papar Firda seperti
dikutip situs resmi PB-PBSI. Dalam set penentuan,Firda tampil lebih
rileks.Penampilan Firda ini membuat Wembley Arena gaduh dengan aplaus
penonton. Walau tertinggal 5-11 setelah sebelumnya unggul 5-4, Firda
bisa menyamakan skor 12-12, dan memenangkan pertandingan 21-14.Firda
membutuhkan waktu 49 menit untuk mengandaskan upaya Zaitsava.
Pada
laga selanjutnya,Firda akan berjibaku dengan Petya Nedelcheva.“Di set
ketiga saya bermain lebih tenang.Saya merasa kemampuan saya belum
keluar semua karena ini pertandingan pertama,”kata Firda. Di bagian
lain, kekhawatiran terbesar penyelenggara Olimpiade 2012 akan ada
masalah transportasi tidak terjadi. Setidaknya hingga kemarin, di mana
transportasi di London yang mengawali tes terberatnya yakni memasuki
hari kerja dengan pertandingan Olimpiade, sudah berjalan.
Rupanya
peringatan “don’t get caught out, get a head of the games” cukup
diterima warga London. Sejak beberapa bulan lalu ke mana pun Londoners–
julukan untuk warga London – berpaling, poster “get a head of the
games” dalam berbagai versi lucu akan ditemui.Tidak hanya tertulis,
suara Wali Kota London Boris Johnson juga nyaring terdengar melalui
pengeras suara di stasiun setiap kali Londoners menunggu kereta,
menyerukan pesan yang sama.
Transportasi adalah tantangan
terbesar yang dihadapi pemerintah Kota London dalam penyelenggaraan
Olimpiade 2012. Mengutip Boris Johnson, tidaklah mudah menyelenggarakan
olimpiade di salah satu kota tersibuk dan teraktif di dunia.“Tentu akan
mudah jika olimpiade di tempat sepi yang jauh dari mana-mana,”
tambahnya. Salah satu perhatian penting adalah memastikan Londoners
untuk merencanakan rute dan menghindari titik-titik yang diperkirakan
akan sangat sibuk. Atau Londoners bisa mencari alternatif transportasi
lain.
Inilah inti pesan “get a head of the games” yang juga
adalah nama website berisi petunjuk transportasi selama olimpiade. Pada
weekdays, sarana transportasi umum London mengangkut 12 juta orang
setiap harinya.Sebagian besar di antaranya menggunakan kereta
underground (bawah tanah), kereta DLR,bus,serta kapal penumpang di
Sungai Thames yang disebut sebagai Thames Clippers.
Selama
olimpiade angka itu bertambah lebih dari 1 juta per hari,bahkan
diperkirakan bisa mencapai 3 juta atau 25% lebih banyak. Pada beberapa
event selama pesta olahraga terbesar ini, puluhan ribu orang akan
memerlukan sarana transportasi pada waktu bersamaan dari satu titik.
Lonjakan penumpang yaitu para penonton pertandingan olimpiade sebagian
besar berasal dari luar Inggris dan tidak familier dengan rute, mode,
serta cara kerja transportasi umum di ibu kota Inggris ini.
“Banyak
yang tidak bisa berbahasa Inggris dan mungkin mengira Oyster sebagai
makanan,” kata media di Inggris setengah bercanda. Oyster adalah kartu
prabayar yang berlaku sebagai tiket untuk semua sarana transportasi
umum di London. Karena itu, untuk mengurangi beban transportasi di
jalur olimpiade,juga tidak ikut terjebak arus penonton,warga London
yang lebih paham rute di kotanya diharapkan menghindari rute tertentu
atau memilih sarana transportasi lain.
Prioritas utama
Transport of London, dinas transportasi London yang biasa disingkat
TfL, selama olimpiade mengangkut atlet dan ofisial ke lokasi
pertandingan tepat waktu. Untuk itu,selama olimpiade sepertiga dari
jalan raya di London berubah status menjadi “games lane only”, artinya
hanya kendaraan olimpiade yang boleh melintasinya.
Untuk
memastikan kedisiplinan pengguna jalan, denda pelanggaran selama
olimpiade pun berlipat hingga 200 pounds per kasus. Pada hari biasa
denda yang harus dibayar pengguna jalan di London paling mahal 100
pounds, yaitu jika parkir di tempat terlarang. Sementara pelanggaran
melintasi jalur bus adalah 80 pounds. Dengan berkurangnya jalan umum,
untuk mencegah kemacetan, Tfl berusaha menurunkan sepertiga beban lalu
lintas normal.
Cara yang dipakai TfL adalah dengan meminta
sektor bisnis menerapkan jam kerja fleksibel,merancang waktu delivery
(pengiriman barang), hingga tawaran work from home (bekerja dari
rumah). Jumat (27/7) malam,TfL lulus melewati ujian pertamanya yaitu
kelancaran transportasi sebelum dan sesudah upacara pembukaan di
stadion olimpiade di Stradford, London Timur.
Selain 80.000
penonton, tamu VIP, atlet, dan pendukung acara pembukaan sukses menuju
dan meninggalkan stadion tanpa kesulitan berarti. Malam itu kereta di
London beroperasi hingga pukul 02.30 dini hari, dua jam ekstra dari
hari biasanya.Menurut laporan TfL, Olympic Park sudah berhasil
dikosongkan sebelum jam tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar