JAKARTA--MICOM: Lifter peraih
perak Asian Games 2010 Sinta Darmariani tidak tampil optimal dalam sesi
tes tim Olimpiade di kantor Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat,
Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Jakarta, Rabu (27/6).
Atlet kelas 69 kg hanya mampu melakukan angkatan 99 kg dan 102 kg, tetapi gagal di angkatan 104 kg di nomor snatch.
Sinta juga gagal pada tiga kali angkatan clean and jerk 129 kg, 129 kg, 131 kg. Alhasil, ia hanya meraih angkatan total 102 kg.
Sementara, atlet putri kelas 53 kg yang bersaing dengan Sinta untuk
tampil di Olimpiade London, Citra Febriani, mencatat angkatan 91 kg
snatch dan 112 kg pada seleksi nasional di Lampung.
Kendati tidak mencapai target total 240 kg untuk kelas 69 kg,
Koordinator Cabang Terukur Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Hadi
Wihardja, menyatakan Sinta masih berpeluang ikut ajang olahraga akbar
empat tahunan itu.
"Hasil tadi cuma tes. Dia kan sudah berpengalaman di Asian Games.
Dia masih berpeluang berdasarkan parameter total angkatan," ujarnya.
Di pihak lain, Sinta mengaku kecewa karena tidak mampu menyelesaikan clean and jerk. Ia sampai berurai air mata saking kecewa.
"Saya tidak bagus di clean and jerk. Ini mungkin pengaruh karena
sewaktu latihan di sana tidak ada fasilitas untuk clean and jerk,"
tuturnya.
Pelatih angkat besi dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat,
dan Binaraga Seluruh Indonesia, Dirdja Wihardja, mengungkapkan masih
ada harapan bagi atlet putri kelas 69 kilogram binaanya, Sinta
Darmariani, untuk berlaga di Olimpiade London yang akan berlangsung 27
Juli hingga 12 Agustus nanti.
Sebelum verifikasi dalam technical
meeting dilakukan, Sinta masih berpeluang," kata Dirdja saat ditemui di
kantor sekretariat PB PABBSI di Jakarta, Senin, 9 Juli 2012.
Saat
ini, Sinta yang menjadi atlet cadangan diproyeksikan untuk menambal
ketidakhadiran Citra Febriani. Namun, prosesnya tidak seperti
pergantian pemain dalam sepakbola. Dirdja menjelaskan, PB PABBSI bisa
mengganti nama Citra menjadi Sinta pada verifikasi dalam technical
meeting pada 26 Juli.
"Dengan catatan, sebelum verikasi
dilakukan, misalnya, Citra mendadak tak bisa berlaga karena cedera atau
lain hal," kata Dirdja. Maka dari itu, meskipun menyandang status
sebagai atlet cadangan, Sinta tidak mengurangi porsi latihan. Ia harus
siaga jika ada sesuatu terjadi pada Citra.
"Hasil pemeriksaan
kesehatan atlet yang jelek bisa menggugurkan kesempatan berlaga," kata
Dirdja yang pada 2008 pernah menjadi atlet angkat besi peringkat empat
dunia itu.
Pada 2011, Citra pernah mengalami blackout selama
tujuh menit hingga pingsan, saat melakukan angkatan clean and jerk
dalam ajang Kejuaraan Angkat Besi Asia di Korea Selatan.
Pelatih
yang kini sedang menggembleng Citra di Lampung, Imron Rosadi,
menyatakan Citra sudah sembuh, lantaran telah mendapat pengobatan
setelah sebelumnya dioperasi hingga dibedah.
Imron yakin
kejadian blackout tidak akan terulang. Pasalnya, pendiri Padepokan
Angkat Besi Gajah Lampung itu memberikan Citra metode pernafasan saat
mengangkat beban. "Pengaturan nafas itu tidak boleh salah karena
berhubungan langsung dengan syaraf yang nyambung ke otak," kata dia
melalui sambungan telepon.
Citra pun mengaku merasa sehat dan
termotivasi untuk mendapatkan medali di Olimpiade perdananya nanti.
"Saat ini saya fokus pada program-program latihan dari pelatih," kata
lifter berusia 24 tahun itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar