Perjuangan Tontowi
Ahmad/Liliyana Natsir untuk meretas juara Olimpiade London patut
diacungi jempol. Dua kali main di babak penyisihan, dua kali pula
menang.
Pada laga kemarin, mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Ha Jung Eun. Skornya 21-19, 21-12.
Dengan demikian mereka otomatis ke perempat final dan selangkah lagi
menjadi juara Grup C. Keduanya tinggal mengalahkan pasangan Denmark,
Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Pertemuan ini merupakan ulangan final All England 2012 pada maret lalu.
Kala itu Tontowi/Liliyana berhasil keluar sebagai juara setelah menang
21-17, 21-19.
"Semoga kami bisa mengulang final All England. Pokoknya kami akan mencoba menikmati permainan," ujar Liliyana.
Jika menang, Tontowi/Liliyana kemungkinan bakal terhindar dari unggulan utama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Pasangan Indonesia ini kemarin selalu unggul dalam pengumpulan poin.
Ganda Korea gagal mengembangkan permainan. Mereka tak mampu keluar dari
tekanan.
"Walaupun mereka berusaha mengejar, tapi kami sudah yakin dan percaya
diri di lapangan. Kemarin kami tampil bagus, ini menjadi modal untuk
pertandingan selanjutnya," kata Liliyana setelah pertandingannya
seperti dilansir pb-pbsi.org.
Partai sebelumnya yang dihelat dini hari, ganda putri Greysia
Polii/Meiliana Jauhari melewati adangan pertama. Namun mereka dipaksa
bermain tiga gim oleh pasangan Australia, Leanne Choo/Renuga Veeran
pada babak penyisihan grup C
dengan skor 21-11, 20-22, 21-13.
Menang mudah pada gim pertama, Greysia/Meiliana mendapatkan perlawanan
sengit di gim kedua dan kalah. Namun pada gim ketiga pasangan Indonesia
ini memperbaiki kesalahan dan menang.
"Kami sempat merasakan pressure pada gim kedua. Bukan dari lawan,
mungkin karena kami sedang bermain di olimpiade," ungkap Meiliana.
Sayang ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano kalah pada laga pertama
penyisihan grup B. Ahsan/Bona menyerah di tangan pasangan Bodin
Issara/Maneepong Jongjit (Thailand), 11-21, 16-21. (*/ian)
Minggu, 29 Juli 2012
Jumat, 27 Juli 2012
Gelar Bulan Seni Budaya dan Kejuaraan Tenis Meja
SERANGKAIAN HUT ke-60, SMP Negeri 1 Tabanan menggelar sejumlah kegiatan
yang membanggakan. Di antaranya Bulan Seni Budaya dan Kejuaraan Tenis
Meja Stupa Cup II. Ajang bergengsi ini dibuka Wakil Bupati Tabanan,
Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh
Indonesia (PTMSI) Bali, Nyonya Bintang Puspayoga, Kamis (19/1) kemarin.
Perwakilan DPRD Tabanan, Komite Sekolah dan sejumlah pejabat teras
Pemkab Tabanan ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala SMPN 1 Tabanan, Dewa Nyoman Sarjana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melahirkan sumber daya manusia yang kreatif sesuai misi Tabanan, dan memperkenalkan potensi sekolah. Kegiatan kali ini mengambil tema ''taki takining sewaka guna widya''. Para peserta kejuaraan berasal dari siswa SD-SMP se-Tabanan dan Bali, terutama yang berstandar RSBI.
''Acara digelar mulai Januari- Juli 2012, puncaknya akan digelar di Gedung Mario,'' kata Dewa Nyoman Sarjana seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan para sponsor atas berlangsungnya kegiatan itu.
Ketua PTMSI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga menyatakan terima kasih kepada SMPN 1 yang membantu mencetak atlet tenis meja. Di usia ke-60 justru memberikan motivasi mencetak manusia yang berkualitas. ''Kami bangga dengan kreativitas SMPN 1 Tabanan. Ini menjadi pengalaman bagi para siswa untuk mendulang prestasi,'' tegas istri Wagub Puspayoga ini.
Bupati diwakili Wabup Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi terkait kegiatan dari keluarga besar SMPN 1 Tabanan. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya dari Pemkab Tabanan membangun manusia yang sehat, cerdas, jujur, dan bertanggungjawab untuk mencapai visi Pemkab Tabanan, Tabanan Sejahtera, Aman, Berprestasi (SERASI). ''Kami mendukung penuh kegiatan ini, semoga SMPN 1 Tabanan tetap berjaya dan sukses,'' tegasnya.
Wabup juga mengapresiasi dengan hasil kerajinan dan kreativitas yang dihasilkan para siswa SMPN 1 Tabanan. Harapannya, kreativitas ini menjadi pendorong lahirnya SDM berkualitas.
Pembukaan kejuaraan dan kegiatan seni budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wabup Tabanan dan Ketua PTMSI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga. Kegiatan dilanjutkan dengan atraksi tarian dari siswa-siswi SMPN 1 Tabanan, lalu diakhiri peninjauan pameran hasil kerajian para siswa.
Selain kejuaraan tenis meja, HUT ke 60 SMPN 1 Tabanan dirangkai dengan perlombaan seni nasional dan daerah, pameran dan kegiatan sosial, penghijauan, temu alumni, sarasehan serta persembahyangan bersama. (ad6)
Kepala SMPN 1 Tabanan, Dewa Nyoman Sarjana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melahirkan sumber daya manusia yang kreatif sesuai misi Tabanan, dan memperkenalkan potensi sekolah. Kegiatan kali ini mengambil tema ''taki takining sewaka guna widya''. Para peserta kejuaraan berasal dari siswa SD-SMP se-Tabanan dan Bali, terutama yang berstandar RSBI.
''Acara digelar mulai Januari- Juli 2012, puncaknya akan digelar di Gedung Mario,'' kata Dewa Nyoman Sarjana seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan para sponsor atas berlangsungnya kegiatan itu.
Ketua PTMSI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga menyatakan terima kasih kepada SMPN 1 yang membantu mencetak atlet tenis meja. Di usia ke-60 justru memberikan motivasi mencetak manusia yang berkualitas. ''Kami bangga dengan kreativitas SMPN 1 Tabanan. Ini menjadi pengalaman bagi para siswa untuk mendulang prestasi,'' tegas istri Wagub Puspayoga ini.
Bupati diwakili Wabup Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi terkait kegiatan dari keluarga besar SMPN 1 Tabanan. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya dari Pemkab Tabanan membangun manusia yang sehat, cerdas, jujur, dan bertanggungjawab untuk mencapai visi Pemkab Tabanan, Tabanan Sejahtera, Aman, Berprestasi (SERASI). ''Kami mendukung penuh kegiatan ini, semoga SMPN 1 Tabanan tetap berjaya dan sukses,'' tegasnya.
Wabup juga mengapresiasi dengan hasil kerajinan dan kreativitas yang dihasilkan para siswa SMPN 1 Tabanan. Harapannya, kreativitas ini menjadi pendorong lahirnya SDM berkualitas.
Pembukaan kejuaraan dan kegiatan seni budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wabup Tabanan dan Ketua PTMSI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga. Kegiatan dilanjutkan dengan atraksi tarian dari siswa-siswi SMPN 1 Tabanan, lalu diakhiri peninjauan pameran hasil kerajian para siswa.
Selain kejuaraan tenis meja, HUT ke 60 SMPN 1 Tabanan dirangkai dengan perlombaan seni nasional dan daerah, pameran dan kegiatan sosial, penghijauan, temu alumni, sarasehan serta persembahyangan bersama. (ad6)
Kamis, 26 Juli 2012
Deni ingin buru-buru bertanding
London (ANTARA
News) - Atlet angkat besi, Deni, sudah tidak sabar ingin bertanding
pada kompetisi besar Olimpiade London yang baru akan dimulai Jumat
(27/7).
"Saya kepingin cepat-cepat tanding, ingin ngerasain gimana rasanya Olimpiade," kata lifter asal Jawa Barat itu saat ditemui usai berlatih di Excel London, London, Rabu siang waktu setempat.
Deni yang akan turun pada kelas 69kg, mengaku bahwa untuk Olimpiade ini motivasinya lebih tinggi.
Saat ditanya target, atlet kelahiran Bogor 26 Juli 1989 itu mengatakan, "Sebenarnya sih ingin menyumbang medali. Tetapi realistisnya sih bisa mengeluarkan hasil latihan saya saja sudah bagus".
Dalam latihan, Deni mencatat hasil terbaik dengan angkat snatch 146kg dan 180kg clean and jerk. Namun dalam pertandingan hasil terbaiknya adalah 146kg dan 176kg.
Pada kelas 69kg, ia akan bersaing dengan temannya sendiri, atlet asal Lampung, Triyatno, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008.
"Dimana-mana saya saingannya dia. Di SEA Games, di PON juga. Tetapi kalau di sini, kami sama-sama berjuang untuk Merah Putih, jadi saling mendukung," kata atlet Jawa Barat itu.
Mengenai persiapan, Deni yang mengikuti pelatihan khusus selama sebulan di Seoul, Korea Selatan mengatakan, persiapannya sudah maksimal terutama ditunjang fasilitas yang jauh lebih baik.
"Fasilitas di Korea jauh lebih baik dibanding di daerah, sparring juga disediakan, sementara di daerah harus sparring dengan atlet junior," katanya.
"Saya kepingin cepat-cepat tanding, ingin ngerasain gimana rasanya Olimpiade," kata lifter asal Jawa Barat itu saat ditemui usai berlatih di Excel London, London, Rabu siang waktu setempat.
Deni yang akan turun pada kelas 69kg, mengaku bahwa untuk Olimpiade ini motivasinya lebih tinggi.
Saat ditanya target, atlet kelahiran Bogor 26 Juli 1989 itu mengatakan, "Sebenarnya sih ingin menyumbang medali. Tetapi realistisnya sih bisa mengeluarkan hasil latihan saya saja sudah bagus".
Dalam latihan, Deni mencatat hasil terbaik dengan angkat snatch 146kg dan 180kg clean and jerk. Namun dalam pertandingan hasil terbaiknya adalah 146kg dan 176kg.
Pada kelas 69kg, ia akan bersaing dengan temannya sendiri, atlet asal Lampung, Triyatno, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008.
"Dimana-mana saya saingannya dia. Di SEA Games, di PON juga. Tetapi kalau di sini, kami sama-sama berjuang untuk Merah Putih, jadi saling mendukung," kata atlet Jawa Barat itu.
Mengenai persiapan, Deni yang mengikuti pelatihan khusus selama sebulan di Seoul, Korea Selatan mengatakan, persiapannya sudah maksimal terutama ditunjang fasilitas yang jauh lebih baik.
"Fasilitas di Korea jauh lebih baik dibanding di daerah, sparring juga disediakan, sementara di daerah harus sparring dengan atlet junior," katanya.
Rabu, 25 Juli 2012
Puasa, Atlet Panjat Tebing Blora Latihan Malam Hari
Latihan atlet panjat tebing Blora dipastikan tidak akan berubah saat
bulan puasa Ramadan. Mereka tetap bakal berlatih seperti hari biasanya.
"Pada bulan puasa, atlet kami tetap latihan seperti biasanya namun
latihan digelar pada malam hari," ujar Ketua Federasi Panjat Tebing
Indonesia (FPTI) Blora, Nur Fathoni, Minggu (22/7).
Latihan atlet panjat tebing Blora tetap dipusatkan di wall climbing (dinding panjat) FPTI Blora di komplek GOR Kolonel Sunandar. Dengan jadwal latihan pada malam hari tersebut, dia menyakini para atletnya tetap bisa melahap menu latihan seperti biasa.
Dengan latihan itu memungkinkan para atlet akan lebih bersemangat, apalagi setelah berbuka puasa. Menurutnya tenaga yang terforsir untuk latihan akan kembali pulih. "Kami minta para atlet yang menjalankan ibadah puasa, mengikuti latihan dengan fun dan enjoy supaya hasilnya juga lebih maksimal," katanya.
Untuk menyiapkan latihan selama bulan puasa, sejumlah atlet panjat tebing Blora kemarin membuat road setter di wall climbing. Pemasangan road setter itu juga dilakukan lantaran wall climbing tersebut baru saja diperbaiki setelah hampir dua tahun rusak.
Humas FPTI Blora, Sriwiyono, menambahkan latihan pada bulan puasa itu dilakukan agar teknik, fisik maupun stamina atlet tetap terjaga. Apalagi menurutnya sejumlah kejuaraan setelah Lebaran siap diikuti para pemanjat tebing Blora. ‘’September kami agendakan mengikuti kompetisi sirkuit panjat tebing Jateng. Adapun pada bulan Oktober tampil di Kejurda dan Kejurnas,’’ ujarnya.
Latihan atlet panjat tebing Blora tetap dipusatkan di wall climbing (dinding panjat) FPTI Blora di komplek GOR Kolonel Sunandar. Dengan jadwal latihan pada malam hari tersebut, dia menyakini para atletnya tetap bisa melahap menu latihan seperti biasa.
Dengan latihan itu memungkinkan para atlet akan lebih bersemangat, apalagi setelah berbuka puasa. Menurutnya tenaga yang terforsir untuk latihan akan kembali pulih. "Kami minta para atlet yang menjalankan ibadah puasa, mengikuti latihan dengan fun dan enjoy supaya hasilnya juga lebih maksimal," katanya.
Untuk menyiapkan latihan selama bulan puasa, sejumlah atlet panjat tebing Blora kemarin membuat road setter di wall climbing. Pemasangan road setter itu juga dilakukan lantaran wall climbing tersebut baru saja diperbaiki setelah hampir dua tahun rusak.
Humas FPTI Blora, Sriwiyono, menambahkan latihan pada bulan puasa itu dilakukan agar teknik, fisik maupun stamina atlet tetap terjaga. Apalagi menurutnya sejumlah kejuaraan setelah Lebaran siap diikuti para pemanjat tebing Blora. ‘’September kami agendakan mengikuti kompetisi sirkuit panjat tebing Jateng. Adapun pada bulan Oktober tampil di Kejurda dan Kejurnas,’’ ujarnya.
Selasa, 24 Juli 2012
Tidak Tampil Optimal Peluang Sinta ke Olimpiade Menipis?
JAKARTA--MICOM: Lifter peraih
perak Asian Games 2010 Sinta Darmariani tidak tampil optimal dalam sesi
tes tim Olimpiade di kantor Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat,
Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Jakarta, Rabu (27/6).
Atlet kelas 69 kg hanya mampu melakukan angkatan 99 kg dan 102 kg, tetapi gagal di angkatan 104 kg di nomor snatch.
Sinta juga gagal pada tiga kali angkatan clean and jerk 129 kg, 129 kg, 131 kg. Alhasil, ia hanya meraih angkatan total 102 kg.
Sementara, atlet putri kelas 53 kg yang bersaing dengan Sinta untuk tampil di Olimpiade London, Citra Febriani, mencatat angkatan 91 kg snatch dan 112 kg pada seleksi nasional di Lampung.
Kendati tidak mencapai target total 240 kg untuk kelas 69 kg, Koordinator Cabang Terukur Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Hadi Wihardja, menyatakan Sinta masih berpeluang ikut ajang olahraga akbar empat tahunan itu.
"Hasil tadi cuma tes. Dia kan sudah berpengalaman di Asian Games. Dia masih berpeluang berdasarkan parameter total angkatan," ujarnya.
Di pihak lain, Sinta mengaku kecewa karena tidak mampu menyelesaikan clean and jerk. Ia sampai berurai air mata saking kecewa.
"Saya tidak bagus di clean and jerk. Ini mungkin pengaruh karena sewaktu latihan di sana tidak ada fasilitas untuk clean and jerk," tuturnya.
Pelatih angkat besi dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia, Dirdja Wihardja, mengungkapkan masih ada harapan bagi atlet putri kelas 69 kilogram binaanya, Sinta Darmariani, untuk berlaga di Olimpiade London yang akan berlangsung 27 Juli hingga 12 Agustus nanti.
Sebelum verifikasi dalam technical meeting dilakukan, Sinta masih berpeluang," kata Dirdja saat ditemui di kantor sekretariat PB PABBSI di Jakarta, Senin, 9 Juli 2012.
Saat ini, Sinta yang menjadi atlet cadangan diproyeksikan untuk menambal ketidakhadiran Citra Febriani. Namun, prosesnya tidak seperti pergantian pemain dalam sepakbola. Dirdja menjelaskan, PB PABBSI bisa mengganti nama Citra menjadi Sinta pada verifikasi dalam technical meeting pada 26 Juli.
"Dengan catatan, sebelum verikasi dilakukan, misalnya, Citra mendadak tak bisa berlaga karena cedera atau lain hal," kata Dirdja. Maka dari itu, meskipun menyandang status sebagai atlet cadangan, Sinta tidak mengurangi porsi latihan. Ia harus siaga jika ada sesuatu terjadi pada Citra.
"Hasil pemeriksaan kesehatan atlet yang jelek bisa menggugurkan kesempatan berlaga," kata Dirdja yang pada 2008 pernah menjadi atlet angkat besi peringkat empat dunia itu.
Pada 2011, Citra pernah mengalami blackout selama tujuh menit hingga pingsan, saat melakukan angkatan clean and jerk dalam ajang Kejuaraan Angkat Besi Asia di Korea Selatan.
Pelatih yang kini sedang menggembleng Citra di Lampung, Imron Rosadi, menyatakan Citra sudah sembuh, lantaran telah mendapat pengobatan setelah sebelumnya dioperasi hingga dibedah.
Imron yakin kejadian blackout tidak akan terulang. Pasalnya, pendiri Padepokan Angkat Besi Gajah Lampung itu memberikan Citra metode pernafasan saat mengangkat beban. "Pengaturan nafas itu tidak boleh salah karena berhubungan langsung dengan syaraf yang nyambung ke otak," kata dia melalui sambungan telepon.
Citra pun mengaku merasa sehat dan termotivasi untuk mendapatkan medali di Olimpiade perdananya nanti. "Saat ini saya fokus pada program-program latihan dari pelatih," kata lifter berusia 24 tahun itu.
Atlet kelas 69 kg hanya mampu melakukan angkatan 99 kg dan 102 kg, tetapi gagal di angkatan 104 kg di nomor snatch.
Sinta juga gagal pada tiga kali angkatan clean and jerk 129 kg, 129 kg, 131 kg. Alhasil, ia hanya meraih angkatan total 102 kg.
Sementara, atlet putri kelas 53 kg yang bersaing dengan Sinta untuk tampil di Olimpiade London, Citra Febriani, mencatat angkatan 91 kg snatch dan 112 kg pada seleksi nasional di Lampung.
Kendati tidak mencapai target total 240 kg untuk kelas 69 kg, Koordinator Cabang Terukur Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Hadi Wihardja, menyatakan Sinta masih berpeluang ikut ajang olahraga akbar empat tahunan itu.
"Hasil tadi cuma tes. Dia kan sudah berpengalaman di Asian Games. Dia masih berpeluang berdasarkan parameter total angkatan," ujarnya.
Di pihak lain, Sinta mengaku kecewa karena tidak mampu menyelesaikan clean and jerk. Ia sampai berurai air mata saking kecewa.
"Saya tidak bagus di clean and jerk. Ini mungkin pengaruh karena sewaktu latihan di sana tidak ada fasilitas untuk clean and jerk," tuturnya.
Pelatih angkat besi dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia, Dirdja Wihardja, mengungkapkan masih ada harapan bagi atlet putri kelas 69 kilogram binaanya, Sinta Darmariani, untuk berlaga di Olimpiade London yang akan berlangsung 27 Juli hingga 12 Agustus nanti.
Sebelum verifikasi dalam technical meeting dilakukan, Sinta masih berpeluang," kata Dirdja saat ditemui di kantor sekretariat PB PABBSI di Jakarta, Senin, 9 Juli 2012.
Saat ini, Sinta yang menjadi atlet cadangan diproyeksikan untuk menambal ketidakhadiran Citra Febriani. Namun, prosesnya tidak seperti pergantian pemain dalam sepakbola. Dirdja menjelaskan, PB PABBSI bisa mengganti nama Citra menjadi Sinta pada verifikasi dalam technical meeting pada 26 Juli.
"Dengan catatan, sebelum verikasi dilakukan, misalnya, Citra mendadak tak bisa berlaga karena cedera atau lain hal," kata Dirdja. Maka dari itu, meskipun menyandang status sebagai atlet cadangan, Sinta tidak mengurangi porsi latihan. Ia harus siaga jika ada sesuatu terjadi pada Citra.
"Hasil pemeriksaan kesehatan atlet yang jelek bisa menggugurkan kesempatan berlaga," kata Dirdja yang pada 2008 pernah menjadi atlet angkat besi peringkat empat dunia itu.
Pada 2011, Citra pernah mengalami blackout selama tujuh menit hingga pingsan, saat melakukan angkatan clean and jerk dalam ajang Kejuaraan Angkat Besi Asia di Korea Selatan.
Pelatih yang kini sedang menggembleng Citra di Lampung, Imron Rosadi, menyatakan Citra sudah sembuh, lantaran telah mendapat pengobatan setelah sebelumnya dioperasi hingga dibedah.
Imron yakin kejadian blackout tidak akan terulang. Pasalnya, pendiri Padepokan Angkat Besi Gajah Lampung itu memberikan Citra metode pernafasan saat mengangkat beban. "Pengaturan nafas itu tidak boleh salah karena berhubungan langsung dengan syaraf yang nyambung ke otak," kata dia melalui sambungan telepon.
Citra pun mengaku merasa sehat dan termotivasi untuk mendapatkan medali di Olimpiade perdananya nanti. "Saat ini saya fokus pada program-program latihan dari pelatih," kata lifter berusia 24 tahun itu.
Senin, 23 Juli 2012
Pembalap Sepeda Semarang Perbaiki Catatan Waktu
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembalap sepeda ISSI
Kota Semarang berhasil memperbaiki catatan waktu pribadi pada Lomba
Custom Cycling (LCC) seri II 13-15 Juli lalau di Kabupaten
Banjarnegara. Bahkan dua pembalap yakni Nur Fathoni yang tergabung klub
Custom Cycling Club yang turun di kelompok senior menjadi yang terbaik
di nomor kriterium dan pembalap Klub Satrya Semarang Cycling Club
Luthfi Basri finish di urutan keempat di nomor yang sama.
Ketua Bidang Bina Prestasi ISSI Kota Semarang Mustofa Zamrud mengatakan, secara umum pembalap Semarang berhasil memenuhi target perbaikan catatan waktu pribadi. ''Memang catatan waktu yang diperoleh di LCC seri II belum keluar. Tapi kami menghitung sendiri, waktu mereka sudah bagus dan meningkat. Sejak awal ini memang target kami,'' kata Zamrud, Kamis (19/7).
Namun, lanjut dia, untuk urutan finish atlet sepeda Semarang mengalami penurunan khsusunya di kelompok yunior dan pemula. Hal ini dinilai Zamrud karena persaingan yang semakin ketat. ''LCC ini agenda besar PB ISSI yang diikuti oleh pembalap top nasional. Bahkan Malaysia pada LCC pertama hanya ikut kelompok senior saja, kali ini menurunkan pembalap yunior dan pemula. Pembalap mereka mampu meraih nomor,'' jelas dia.
Untuk pembalap senior seperti Nur Fathoni,Bayu Satria, dan Hartono memang diproyeksikan untuk Porprov di Banyumas. ''Di LCC seri II justru mereka menorehkan prestasi cukup bagus,'' papar Zamrud. Kondisi ini terbalik dengan kelompok yunior dan pemula, di LCC seri II mengalami penurunan prestasi khususnya di urutan finish.
Hal ini menjadi catatan dan perhatian tersendiri pihaknya. Dengan persaingan yang semakin ketat di tingkat yunior dan pamula, ISSI Semarang harus segera merapatkan barisan. ''Kami akan segera membuat program untuk meningkatkan kemampuan anak-anak. Hal ini sangat penting karena menyangkut persiapan Porprov 2013 mendatang,'' tuturnya.
Ketua Bidang Bina Prestasi ISSI Kota Semarang Mustofa Zamrud mengatakan, secara umum pembalap Semarang berhasil memenuhi target perbaikan catatan waktu pribadi. ''Memang catatan waktu yang diperoleh di LCC seri II belum keluar. Tapi kami menghitung sendiri, waktu mereka sudah bagus dan meningkat. Sejak awal ini memang target kami,'' kata Zamrud, Kamis (19/7).
Namun, lanjut dia, untuk urutan finish atlet sepeda Semarang mengalami penurunan khsusunya di kelompok yunior dan pemula. Hal ini dinilai Zamrud karena persaingan yang semakin ketat. ''LCC ini agenda besar PB ISSI yang diikuti oleh pembalap top nasional. Bahkan Malaysia pada LCC pertama hanya ikut kelompok senior saja, kali ini menurunkan pembalap yunior dan pemula. Pembalap mereka mampu meraih nomor,'' jelas dia.
Untuk pembalap senior seperti Nur Fathoni,Bayu Satria, dan Hartono memang diproyeksikan untuk Porprov di Banyumas. ''Di LCC seri II justru mereka menorehkan prestasi cukup bagus,'' papar Zamrud. Kondisi ini terbalik dengan kelompok yunior dan pemula, di LCC seri II mengalami penurunan prestasi khususnya di urutan finish.
Hal ini menjadi catatan dan perhatian tersendiri pihaknya. Dengan persaingan yang semakin ketat di tingkat yunior dan pamula, ISSI Semarang harus segera merapatkan barisan. ''Kami akan segera membuat program untuk meningkatkan kemampuan anak-anak. Hal ini sangat penting karena menyangkut persiapan Porprov 2013 mendatang,'' tuturnya.
Minggu, 22 Juli 2012
Meski Menang, Alonso Sebut Ferrari Masih Kurang Cepat
Senin, 23/07/2012 01:23 WIB
Hockenheim - Fernando Alonso menjuarai GP Jerman setelah memulai balapan dari posisi terdepan. Nyaris tak terkejar pesaingnya, pembalap Ferrai itu menyebut kalau mobil miliknya lebih lambat dari kepunyaan para pesaing.
Kecuali saat melakukan pit stop, Alonso tak pernah kehilangan posisi terdepan. Memulai balapan sebagai pemilik pole position, dia terus berada di sana sampai menyentuh garis finis.
Dalam konferensi pers usai balapan, Alonso meyebut kalau kecepatan mobilnya sesungguhnya belum memuaskan. Dia malah mengatakan kalau para pesaingnya punya mobil yang lebih baik.
"Itu (balapan) berat, jelas sekali. Itu bukan balapan yang mudah, mungkin kami bukan yang tercepat di lintasan kering," sahut Alonso di Autosport.
"Tapi saya cukup kompetitif untuk bisa menjaga keunggulan. Juga ada strategi bagus yang diterapkan tim," lanjut pembalap asal Spanol itu.
Kemenangan di Jerman membuat Alonso makin kokoh berdiri di puncak klasemen pembalap. Tepat setelah setengah musim terlewati, dia telah mengumpulkan 154 poin. Alonso juga jadi pembalap pertama yang memenangi tiga seri di musim ini.
"Kami gembira dengan posisi yang kami raih di paruh pertama musim ini, tapi itu tak berarti apa-apa karena masih ada 10 balapan tersisa," sambung dia di BBC.
Hockenheim - Fernando Alonso menjuarai GP Jerman setelah memulai balapan dari posisi terdepan. Nyaris tak terkejar pesaingnya, pembalap Ferrai itu menyebut kalau mobil miliknya lebih lambat dari kepunyaan para pesaing.
Kecuali saat melakukan pit stop, Alonso tak pernah kehilangan posisi terdepan. Memulai balapan sebagai pemilik pole position, dia terus berada di sana sampai menyentuh garis finis.
Dalam konferensi pers usai balapan, Alonso meyebut kalau kecepatan mobilnya sesungguhnya belum memuaskan. Dia malah mengatakan kalau para pesaingnya punya mobil yang lebih baik.
"Itu (balapan) berat, jelas sekali. Itu bukan balapan yang mudah, mungkin kami bukan yang tercepat di lintasan kering," sahut Alonso di Autosport.
"Tapi saya cukup kompetitif untuk bisa menjaga keunggulan. Juga ada strategi bagus yang diterapkan tim," lanjut pembalap asal Spanol itu.
Kemenangan di Jerman membuat Alonso makin kokoh berdiri di puncak klasemen pembalap. Tepat setelah setengah musim terlewati, dia telah mengumpulkan 154 poin. Alonso juga jadi pembalap pertama yang memenangi tiga seri di musim ini.
"Kami gembira dengan posisi yang kami raih di paruh pertama musim ini, tapi itu tak berarti apa-apa karena masih ada 10 balapan tersisa," sambung dia di BBC.
Langganan:
Postingan (Atom)






